Hallo gusy
diblok kedua saya ini semoga bermanfaat untuk kita semua
Hay teman-teman
bertemu lagi dengan saya, saya akan membahas tentang penyakit diare.
sebelumnya saya akan mengingatkan kepada
teman-teman bahwa saya sudah membahas tentang khasiat ekstrak jahe merah yang
mempu mengobati diare teman-teman. Nah kali ini saya akan membahas tentang
diare, apa itu diare?, apa penyebabnya diare?, dan Pilihan obat diare yang bisa
Anda coba di rumah.
Diare
merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti
biasanya, ditandai dengan peningkatan volume, keenceran, serta frekuensi buang
air besar lebih dari 3 kali sehari dan pada neonatus lebih dari 4 kali sehari
dengan atau tanpa lendir darah. Diare pada anak merupakan masalah kesehatan
dengan angka kematian yang tinggi terutama pada anak umur 1 sampai 4 tahun,
jika tidak mendapatkan penatalaksanaan yang tepat dan memadai (Kemenkes RI.,
2011).
Menurut (Widoyono, 2011) ada
beberapa faktor yang meningkatkan resiko balita mengalami diare seperti
faktor lingkungan yang meliputi
pengolahan sampah, saluran limbah
maupun sumber air. Pengolahan
sampah dan saluran limbah yang tidak tepat dapat
menyebabkan terjadinya diare pada
balita, hal ini
disebabkan karena vektor lalat
yang hinggap disampah atau limbah
lalu kemudian hinggap dimakanan.
Selain itu, diare dapat terjadi
apabila seseorang menggunakan air yang sudah tercemar
baik tercemar dari sumbernya, selama perjalanan sampai kerumah-rumah,
atau tercemar pada saat
disimpan dirumah. Selain itu kebiasaan mencuci tangan
pada saat memasak makanan atau sesudah
Buang Air Besar (BAB)
akan akan memunkinkan terkontaminasi langsung
Gejala dan
Penyebab Diare
Gejala diare bervariasi. Penderita
bisa merasakan satu atau lebih gejala. Namun, gejala yang paling sering
dirasakan penderita diare antara lain:
- Perut terasa mulas.
- Tinja encer atau bahkan
berdarah.
- Mengalami dehidrasi.
- Pusing, lemas, dan kulit
kering.
Sebagian besar diare disebabkan oleh infeksi kuman di usus
besar. Namun, diare yang berlangsung lama dapat terjadi akibat radang di
saluran pencernaan
Pilihan obat diare yang bisa Anda coba di rumah
Penting untuk dipahami bahwa setiap orang
mungkin membutuhkan perawatan yang berebda-beda. Beberapa orang yang sakit
diare mungkin harus mendapatkan perawatan di rumah sakit selama beberapa hari.
Sementara beberapa orang lainnya cukup di rawat di rumah dengan istirahat
total.
Namun secara umum, ada berbagai cara yang
bisa dilakukan untuk mengobati penyakit ini. Anda bisa melakukannya dengan
menggunakan bahan alami dan obat diare dari dokter.
Dikutip dari Mayo Clinic, berikut beberapa cara sederhana dan
efektif yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi diare. Cara ini bisa diterapkan
pada anak-anak maupun dewasa.
1. Minum banyak cairan
Dalam kasus yang tidak terlalu parah, gejala
diare dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Akan tetapi, bagi
beberapa orang lainnya, diare yang dialaminya mungki lebih berat. Hal ini
menyebabkan timbulah berbagai masalah lain, seperti dehidrasi. Dehidrasi
disebabkan karena terlalu banyak cairan yang keluar dari tubuh melalui buang
air besar yang terlalu cair dan sering pada saat diare.
Nah, untuk mengatasi hal tersebut, orang
yang sedang sakit diare dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan
cairannya. Sebaiknya Anda minum banyak cairan dari air putih, air kelapa,
teh manis, air kaldu, atau oralit. Namun ingat, oralit tidak bisa
menyembuhkan disentri, melainkan membantu mengobati ataupun mencegah pasien
mengalami dehidrasi. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat oralit sendiri di
rumah, Anda dapat membeli oralit kemasan di apotek terdekat lalu dilarutkan
dalam segelas air. Untuk bayi yang berusia di bawah 6 bulan, Anda bisa terus
memberikannya ASI eksklusif (ASI saja) untuk mencegah diare semakin
memburuk. Kandungan dalam ASI dapat menghambat pertumbuhan kuman penyebab
diare. Jika Anda memiliki penyakit ginjal, jantung, atau hati dan harus
membatasi cairan, bicarakan dengan dokter Anda sebelum Anda meningkatkan jumlah
cairan yang Anda minum.
2. Hindari makanan tertentu
Selama Anda sakit diare, sebaiknya Anda
memerhatikan asupan makanan dengan baik. Konsumsilah makanan yang lunak, tinggi
protein dan rendah serat. Hindari berbagai makanan yang sulit dicerna agar
gejala diare tidak semakin memburuk. Jangan lupa, perhatikan porsi makan Anda
juga.
Secara umum, berikut beberapa makanan yang harus Anda hindari selama
sakit diare:
·
Makanan padat/ keras, pedas, berlemak,
berminyak, mentah, berserat tinggi, dan banyak bumbu.
·
Buah dan sayur yang mengandung gas.
·
Alkohol dan kafein, setidaknya sampai 48
jam setelah semua gejala diare Anda menghilang.
·
Bila Anda memakan permen karet, hindari
yang mengandung sorbitol.
·
Hindari mengonsumsi susu atau produk
olahan selama 3 hari setelah gejala diare Anda hilang. Namun, Anda bisa memakan
keju atau yogurt yang mengandung probiotik.
3. Pilih makanan yang mengandung
probiotik
Probiotik mengandung sekumpulan bakteri hidup yang mirip
dengan bakteri sehat yang umumnya ditemukan di dalam sistem pencernaan tubuh.
Probiotik dapat meningkatkan jumlah bakteri sehat yang ada untuk melawan kuman
dalam saluran pencernaan Anda. Bakteri ini bisa Anda temukan dalam yoghurt
dan keju. Jika diperlukan, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen probiotik
4. Rajin cuci tangan
Saat Anda mengalami diare, penting
untuk cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Terutama setelah
Anda pergi ke kamar mandi dan sebelum makan. Pasalnya, tangan merupakan salah
satu bagian tubuh yang sering digunakan untuk bersentuhan dengan berbagai
benda. Bersalaman dengan orang lain, membuka gagang pintung, atau memencet
tombol lampu adalah beberapa contoh aktivitas yang melibatkan sentuhan tangan. Cucilah
tangan Anda menggunakan sabun dan air yang mengalir sampai benar-benar bersih.
Jangan lupa, jaga pula kebersihan kuku Anda. Jangan menularkan penyakit ini ke
orang-orang di sekitar Anda. Jadi, pastikan Anda menjaga kebersihan diri Anda
dan lingkungan sekitar Anda.
Sumber :
Widoyono.
(2011). Penyakit Tropis Epidemilogi, Penularan, pencegahan dan pemberantasan (2nd ed.).
Jakarta: Erlangga
Causes Diarrhea – https://www.webmd.com/digestive-disorders/features/causes-diarrhea#1 diakses pada 23 Agustus 201 8
Causes Diarrhea – https://www.healthline.com/symptom/diarrhea diakses pada 23 Agustus 2018
Diarrhea, Lifestyle and Home Remedies http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/basics/lifestyle-home-rem edies/con-20014025 diakses pada 23 Agustus 2018
Diarrhea, Aged 12 to Older – Home Treatment http://www.webmd.com/digestive-disorders/tc/diarrhea-age-12-and-older- ho me-treatment diakses pada 23 Agustus 2018




Wah bermanfaat sekali infonya
BalasHapusTrimakasih infonyaa
BalasHapusWah keren sekali, sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih ,,artikel nya sangat bagus dan bermanfaat
BalasHapusTerimakasih infony sangat bermanfaat
BalasHapusTerimksih atas informasi yg bermanfaatnya ka
BalasHapusthanks ya infonya
BalasHapusTerimakasih kaka atas infonya
BalasHapusKeren ka
BalasHapussangat bermanfaat kak
BalasHapusSangad bermanfaad kerad
BalasHapusmakasih infonya kak
BalasHapusterima kasih ya,,brmnfaat bgt nih ;)
BalasHapusMakasih ka sudah berbagi ilmu
BalasHapusSangad bermanfaad
BalasHapus